Free Catbert Cursors at www.totallyfreecursors.com
ini dunia mayaku: ICHTISAR UU No.8 Tahun 1987 dan PP No. 62 Tahun 1990

SeLaMaT DaTanG

Semoga apa yang anda cari dan butuhkan ada di blog ini... Dan semoga membantu anda Terimakasih kunjungan anda

DafTar LaBeL

Rabu, 18 Januari 2012

ICHTISAR UU No.8 Tahun 1987 dan PP No. 62 Tahun 1990

ICHTISAR

UU No.8 Tahun 1987 dan PP No. 62 Tahun 1990





Disusun oleh :

Kelompok  /MA_A

1.      Albertus Seno A                           (D1509001)
2.      Aji Muhanafi                                (D1509003)
3.      Laras Hendrati                             (D1509047)
4.      Nadia Okki A                               (D1509057)
5.      Petra Lugas N                              (D1509067)
6.      Raditia Wahyu N             (D1509069)
7.      Uyik Anastasia                             (D1509091)
8.      Yasmine Aprilla A                        (D1509097)




FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

DAFTAR ISI



UU NOMOR 8 TAHUN 1987

TENTANG
PROTOKOL

BAB I       KETENTUAN UMUM

                  Pasal 1

è   Definisi Protokol, Acara Kenegaraan, Acara Resmi, Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah dan Tokoh Masyarakat.

                  Pasal 2

è   Tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan dalam acara kenegaraan dan acara resmi.

BAB II      PENGHORMATAN

                  Pasal 3

è   Tata penghormatan bagi Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah dan Tokoh Masyarakat.

BAB III    TATA TEMPAT, TATA UPACARA, DAN TATA PENGHORMATAN

                  Pasal 4

è   Tata tempat mengenai urutan pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dalam acara kenegaraan atau acara resmi.

                  Pasal 5

è   Penyelenggaraan acara dan pengaturan tata upacara dalam acara kenegaraan dan acara resmi.

                  Pasal 6

è   Pedoman dan pengaturan tata hormat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dalam acara kenegaraan atau acara resmi.

BAB IV     KETENTUAN LAIN

                  Pasal 7

è   Pengaturan protokol dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang diselenggarakan oleh Lembaga Tinggi Negara.

                  Pasal 8

è   Pengatura tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan bagi pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat.

BAB V      KETENTUAN PENUTUP

                  Pasal 9

è   Penutup dan mulai berlakunya Undang Undang No.8 Tahun 1987.


PP NOMOR 62 TAHUN 1990

TENTANG
KETENTUAN KEPROTOKOLAN MENGENAI TATA TEMPAT, TATA UPACARA DAN TATA PENGHORMATAN

BAB I       KETENTUAN UMUM

                  Pasal 1

è   Defini dari Acara Kenegaraan, Acara Resmi, Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat, Tata Upacara, Tata Tempat, dan Tata Penghormatan.

              Pasal 2

è   Penyelenggaraan acara kenegaraan, bentuk dan tempat penyelenggaraan.

              Pasal 3

è   Tata pelaksanaan acara kenegaraan.

              Pasal 4

è   Tata pelaksanaan dan penyelenggaraan acara resmi dan tempat penyelenggaraan acara resmi.

BAB II      TOKOH MASYARAKAT TERTENTU

              Pasal 5

è   Tokoh masyarakat tertentu, yang termasuk tokoh masyarakat tingkat nasional dan daerah.

BAB III    TATA TEMPAT

              Pasal 6

è   Tata tempat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dalam acara kenegaraan atau acara resmi.

              Pasal 7

è   Urutan tata tempat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang diadakan di Ibukota Negara Republik Indonesia maupun di luar Ibukota Negara Republik Indonesia.

              Pasal 8

è   Tata tempat bagi tokoh masyarakat tertentu tingkat nasional dalam acara kenegaraan dan acara resmi.

              Pasal 9

è   Ketentuan tata tempat bagi pejabat yang menjadi tuan rumah dalam acara resmi baik yang diselenggarakan di Ibukota Negara Republik Indonesia maupun di luar Ibukota Negara Republik Indonesia.

              Pasal 10

è   Aturan urutan duduk bagi istri pejabat dalam menghadiri acara kenegaraaan

                  Pasal 11

è   Tata tempat mewakili pejabat tidak hadir sesuai jabatan yang diwakili.

                  Pasal 12

è   Tata tempat pejabat yang mengampu 2 (dua) jabatan yang digunakan adalah tempat duduk yang posisi jabatannya lebih tinggi.

                  Pasal 13

è   Tata tempat acara kenegaraan atau acara resmi yang diselenggarakan oleh Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara dan oleh Instansi Pemerintah.

                  Pasal 14

è   Tata urutan tempat atau tingkat jabatan bagi pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat dalam acara resmi yang diselenggarakan pleh Pemerintah Daerah dan dihadiri Pejabat Negara.

BAB IV     TATA UPACARA        

                  Pasal 15

è   Penyelenggaraan upacara meliputi pedoman umum tata upacara dan pelaksanaan upacara.

                  Pasal 16

è   Tata cara pelaksanana upacara dalam acara kenegaraan atau resmi.

                  Pasal 17

è   Pedoman penurunan Bendera Merah Putih dalam acara kenegaraan atau resmi.

                  Pasal 18

è   Pelaksanaan dalam acara kenegaraan atau resmi ( Acara kunjungan kenegaraan asing).

                  Pasal 19

è   Tata bendera kebangsaan, lagu kebangsaan, dan pakaian upacara.

                  Pasal 20

è   Tata dan pedoman dalam pengibaran Bendera Merah Putih.

                  Pasal 21

è   Tata lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam upacara kenegaraan atau resmi.

                  Pasal 22

è   Tata pakaian upacara dalam acara kenegaraan atau resmi disesuaikan acara.

                  Pasal 23

è   Pengaturan upacara dilingkup Lembaga Pemerintah Pusat atau Daerah dan lingkungan ABRI(TNI).

BAB V      TATA PENGHORMATAN

                  Pasal 24

è   Tata penghormatan bagi Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat dalam acara kenegaraan atau resmi disesuaikan kedudukannya.

                  Pasal 25

è   Tata penghormatan menggunakan Bendera Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya dalam acara kenegaraan atau resmi sesuai ketentuan dan menggunakan Bendera Merah Putih sebagai tanda berkabung.

                  Pasal 26

è   Waktu pengibaran tanda berkabung di lingkup instansi selama 2 hari.

                  Pasal 27

è   Waktu tanda berkabung pejabat negar, pejabat pemerintah atau tokoh masyarakat yang meninggal luar negeri, setelah jenazah tiba di Indonesia.

                  Pasal 28

è   Tata cara pengibaran setengah tiang sesuai ketentuan.

                  Pasal 29

è   Ketentuan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang tanda berkabung, bersamaan dengan peringatan Hari Nasional.

                  Pasal 30

è   Tata pengantaran atau penjemputan jenazah pejabat negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat tertentu.

                  Pasal 31

è   Ketentuan penghormatan sesuai ketentuan agar tidak bersifat berlebihan.

                  Pasal 32

è   Tata Penghormatan dalam lingkup Pemerintah Daerah dan ABRI(TNI).






BAB VI     KETENTUAN LAIN

                  Pasal 33

è   Pedoman tata tempat, upacara, penghormatan sesuai dengan Peraturan Pemerintah.

                  Pasal 34

è   Pelaksanaan tata tempat, tata upacara, tata penghormatan memperhatikan kebiasaan penyelenggara di lingkupnya masing-masing.

BAB VII   KETENTUAN PENUTUP

                  Pasal 35

è   Penutup dan mulai berlakunya PP No.66 Tahun 1990.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar