Free Catbert Cursors at www.totallyfreecursors.com
ini dunia mayaku: Desember 2012

SeLaMaT DaTanG

Semoga apa yang anda cari dan butuhkan ada di blog ini... Dan semoga membantu anda. Mohon maaf ketidaknyamanan pengunjung beberapa link tidak ditemukan. Untuk respon cepat bisa hubungi / lihat INFORMASI atau email langsung dan diusahakan tidak mendesak. :) Terimakasih kunjungan anda

DafTar LaBeL

Rabu, 26 Desember 2012

Antropologi 1



Tugas Pengantar Ilmu Antropologi



  Oleh
             
Nama    :  Petra Lugas N
Nim        :  D1112012
       



PROGRAM NON REG ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012

SOAL

1.      Apa yang anda ketahui tentang masyarakat ? Bagaimana dengan masyarakat mayoritas dan masyarakat minoritas ? Jelaskan perbedaannya dan berikan contoh secukupnya !

  1. Bagaimana munculnya kearifan lokal ? Apa bedanya dengan kebudayaan ? Apa fungsi masing-masing dalam kehidupan masyarakat ? Beri contoh dan penjelasan secukupnya !
  2. Apa yang anda ketahui tentang stratifikasi sosial ? Siapa sja tokoh yang menjelaskan tentang stratifikasi sosial ?


JAWAB
1.                  Menurut Koentjaraningrat dalam Pengantar Ilmu Antropologi 2009:118
“Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat-istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama“.
Sedangkan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, 2007:751 masyarakat adalah pergaulan hidup manusia( sehimpunan orang yang hidup bersama di suatu temapat dengan ikatan-ikatan aturan yang tentu.
Menurut Harsojo (1984:126) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas tertentu.
Menurut Novanifqiawansyah, 2010 berikut ini adalah pengertian dan definisi tentang masyarakat menurut beberapa ahli :
1.            Menurut Emile Durkheim : suatu kenyataan obyektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
2.            Menurut Karl Mark : suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
3.            Menurut J. Herskovits : kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.
4.            Menurut J. L. Gillin dan J. P. Gillin : kelompok yang tersebut dengan perasaan persatuan yang sama
5.            Menurut Max Weber : suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai yang dominan pada warganya.
6.            Menurut Selo Sumardjan : orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
7.            Menurut Paul B. Horton : sekumpulan manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagaian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Jadi masyarakat adalah sekelompok manusia dengan ketentuan tertentu yang hidup bersama saling berinteraksi dan terkait yang memiliki aturan dan norma yang mengikat di suatu wilayah tertentu yang luas dengan waktu yang lama.
Contoh : Masyarakat Solo (sekelompok orang yang tinggal di wilayah Solo)
               Masyarakat Yogyakarta, Masyarakat Garut
Kamanto Sunarto dalam Pengatar Sosiologi 2004:141
“Kinloch berpendapat bahwa kelompok orang yang disebut sebagai mayoritas adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan, menganggap dirinya normal dan memilik derajat lebih tinggi. Sedangkan kelmpok lain yang dianggap sebagai kelompok minoritas adalah mereka yang tidak memiliki kekuasaan, dianggap lebih rendah karena memiliki ciri tertentu: cacad secara fisik ataupun mental sehingga mereka mengalami eksploitasi dan diskriminasi”.
Sedangkan menurut Kalijernih, 2010:10 masyarakat minoritas adalah kelompok yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kesamaan identitas kultural dan historikal (sejarah).
Jadi masyarakat mayoritas adalah sekelompok manusia yang memiliki kelebihan khusus dengan kekuasaan dan wewenang dan biasanya mendominasi dengan ciri khas bangsa.
Contoh : Masyarakat Mayoritas (Masyarakat Indonesia)
Masyarakat minoritas adalah sekelompok manusia yang tidak dominan dengan ciri khas bangsa memiliki suatu kesamaan tertentu namun ada keterbatasan dengan jumlah yang lebih sedikit (dengan jumlah penduduk lainnya dari negara bersangkutan).
Contoh : Masyarakat Arab di Solo (dikatakan minoritas karena terdapat jumlah yang terbatas di wilayah Solo hanya terdapat di Pasar Kliwon)
Perbedaan Masyarakat mayoritas dan minoritas
Masyarakat Mayoritas
a.       Biasanya posisi lebih mendominasi baik jumlah dan kekuasaan
b.      Lebih diutamakan kepentingan
c.       Dominan dengan ciri khas bangsa
d.      Merasa lebih tinggi derajadnya
Masyarakat Minoritas
a.       Jumlahnya terbatas, relatif lebih sedikit
b.      Posisi yang tidak dominan
c.       Kepentingannya di nomor duakan atau terjadi diskriminasi
d.      Merasa lebih rendah derajatnya, terpinggirkan
e.       Keanggotaannya memiliki karakteristik etnis, agama, maupun bahasa yang berbeda dengan populasi lainnya.
Contoh :
a.             Daerah Selatan Amerika, bangsa ras kulit hitam dianggap memiliki peran untuk menghormati ras kulit putih.
b.            Orang yang telah lanjut usia atau anak-anak di bawah umur dianggap tidak mempunyai kuasa dalam pengambilan keputusan.
c.             Orang kaya lebih diutamakan dari orang tidak mampu dalam pelayanan kesehatan saat berobat, karena biaya.
2.                  Munculnya suatu kearifan lokal di suatu wilayah adanya kebudayaan baik dilakukan berulang menjadi kebiasaan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu, serta memiliki nilai-nilai tradisi atau ciri lokalitas yang mempunyai daya-guna untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai kemapanan yang juga secara universal yang didamba-damba oleh manusia yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dan menimbulkan sanksi jika dilanggar dan diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kita kepada kita selaku anak-anaknya.
Menurut Ayatrohaedi dalam Kepribadian Budaya Bangsa 1986:18-19 mendefinisikan kearifan lokal sebagai berikut :
”Kearifan Lokal adalah identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri”
Sedangaka kebudayaan menurut J.Van Baal Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya 1987:18 :
”Kebudayaan adalah sebagai bentuk hidup suatu cara yang digunakan untuk menerima lingkungan dan berperilaku di dalam masyarakat”
            Jadi perbedaan kearifan lokal dan kebudayaan yaitu kearifan lokal lebih luas daripada kebudayaan. Di dalam kearifan lokal terdapat kebudayaan yang telah menjadi kebiasaan dan turun temurun.
“Kearifan lokal berasal dari dua kata yaitu kearifan (wisdom), dan lokal (local). Secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal”( Koentjaraningrat, 1986)
Kearifan Lokal secara sederhana dapat diartikan sebagai kebijakan setempat, dan ada juga yang mengatakan sebagai cara pikir masyarakat setempat. (Baramuli dkk. 1996 : 38, dalam bukunya mengatakan bahwa :
“Dalam aktifitas sehari-hari masyarakat masih tetap berpegang teguh pada tradisi yang dilandasi oleh kepercayaan-kepercayaan baik dalam bentuk, sistem bertani, upacara-upacara, atau hari baik maupun hari buruk, dan kegiatan lainnya yang yang semuanya berdasarkan kepada sistem pengetahuan yang mereka miliki dan divariasi secara turun-temurun dari nenek moyangnya”.

            Fungsi kearifan lokal sebagai cara hidup suatu masyarakat tertentu, serta memiliki nilai-nilai tradisi atau ciri lokalitas yang mempunyai daya-guna untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai kemapanan. Selain itu sebagai filter agar tidak mudah terpengaruh adanya budaya dari luar.
            Fungsi kebudayaan salah satunya dapat digunakan sebagai pengatur pola tingkah laku atau prilaku pribadi manusia dalam bermasyarakat. ”....sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan para masyarakat tadi”(Prof. Dr. Koentjaraningrat, 2009:153). Kebudayaan yang tua (turun temurun) menjadi pembentuk kearifan lokal.
            Contoh :
a.                                           Kebudayaan penebangan pohon yang ada di daerah Marabahan, mereka menebangnya tidak sembarang tebang saja tetapi dipilih pohon galam yang mana yang pantas untuk ditebang. Setelah ditebang pohon galam tersebut tidak dibiarkan lahan tersebut menjadi gundul, namun pohon-pohon tersebut ditanam kembali sehingga pohon-pohon galam tersebut tidak musnah dan alam menjadi rusak.
Karena dilakukan secara terus menerus dan menjadi kebiasaan turun temurun sistem penebangan di daerah Marabahan menjadi suatu kearifan lokal.
b.                                          Kebudayaan melompat batu yang ada di pulau Nias. Kebudayaan ini dilakukan oleh pemuda yang telah beranjak dewasa menjadi pria, sebagai bukti bahwa telah dewasa. Melompat batu tiap ada pemuda yang beranjak dewasa secara terus menerus dan menjadi kebiasaan turun temurun yang tidak bisa tergantikan oleh karena itu menjadi suatu kearifan lokal.
3.                  Stratifikasi sosial adalah penggolongan/pembagian masyarakat secara dengan ketentuan tertentu pada kondisi tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.


Dalam bukunya Pengantar Sosiologi Kamanto Sunarto, 2004: 147-148 menerangkan bahwa
“stratifikasi ini pada awalnya terjadi karena perbedaan kekuatan fisik yang akhirnya memunculkan dominasi dan eksploitasi kau laki-laki terhadap perempuan”.
Pengertian Stratifikasi Sosial Menurut para tokoh :
1. Pitirim A. Sorokon
Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarki)
2. Max Weber
            Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi kekuasaan, privillege, dan prestise
3. Cuber
Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditetapkan di atas kategori dan hak-hak yang berbeda
4. Ibrahim (2002)
Mendefinisikan stratifikasi sosial merupakan proses penempatan diri di dalam suatu lapisan (subyektif) atau menempatkan orang ke dalam lapisan (obyektif)
5. Bruce J. Cohen
Mendefinisikan stratifikasi sosial merupakan sistem yang menempatkan seseorang sesuia dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai
            Mendefinisikan stratifikasi sosial merupakan golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan



7. Astried S. Susanti
            Mendefinisikan stratifikasi sosial merupakan hasil kebiasaan hubungan antar manusia secarateratur dan tersusun sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun mendatar dalam masyarakat
8. Robert M. Z. Lawang
            Mendefinisikan stratifikasi sosial adalah penggolongan oraang-orang yang termasuk dalam suatu sistam sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan herarkis menurut dimensi kekusaan, privillege, dan prestise
Dalam blog Amlisahmad menuliskan pendapat
9. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi.
Drs. Andreas Soeroso, M.S.  dalam buku pegangan Sosiologi 2 SMA Kelas XI(2008:11)
10. Paul B. Horton. dan Chester L. Hunt
            Mendefinisikan stratifikasi sosial berarti sistem peringkat setatus yang berlaku dalam suatu masyarakat
11. Soerjono Soekanto
            Mendefinisikan stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau sitem berlapis pada masyarakat









DAFTAR PUSTAKA

Ayatrohaedi. 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Baal, J Van. 1987. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya. Jilid I. Jakarta: PT Gramedia.
Koentjaraningrat, 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke-6. Jakarta: Aksara Baru.
Koentjaraningrat, 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Prof. Harsojo. 1999. Pengantar Antropologi. Cetakan ke- 8. Jakarta: Putra Abardin.
Soekanto, Soerjono.2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Soeroso, Andreas Drs, M.S. 2008. Sosiologi 2 SMA Kelas XI. Bogor:Quardra.



amlisahmad.blogspot.com/p/sosiologi
diunduh 14 Desember 2012 Pkl. 10.55 WIB
novanifqiawansyah.blogspot.com/2010/05/materi-sosiologi-kelas-x-sma-bab-1.            diunduh 14 Desember 2012 Pkl. 10.55 WIB

Doa Sholat jenazah & IED


Panjatkan untuk jenazah laki-laki UNTUK jenazah perempuan ganti bacaan takbir ketiga hu dengan ha

  1. Takbir pertama
Al-Fatihah
      b.   Takbir kedua
Allahumma sholi’ala Muhammad wa’alaa aali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrohim wa ‘alaa aali Ibrohim wabaarik alaa Muhammad wa alaa Muhammad kama baaraqta ala Ibrohim wa alii Ibrohim filalamina innaka hamidum masjid
  1. Takbir ketiga
Allahumma firlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu wa akrim nuzulahuu wawassi’madkhalahu waghsilhu bil maai watstsalji wal barad wa naqqihii minal khthaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihii wa ahlan khairam minahlihii wa zaujan khairam min zaujihii wa qihii fitnatal qabri wa’adzaabannaar
  1. Takbir keempat
Allahumma latahrimnaa ajrohu walataftinnaa ba’dahu wafirlana walahu






SHOLAT IED
             Setelah takbir
                        Subhanallahi walhamdulillahi walaillahaillahu huwallahuakbar

8( Delapan Doa) setelah sholat


1. Doa untuk orang tua
            Robbanaa ugfirli waliwalidayya walilmuminiina yaumul hisab

2. Doa Nabi Adam
            Robbana dholamna anfusana kulamna nanakunana minad dholimin

3. Doa Nabi Musa As
Robbisrohlii sodrii wayassirlii amri wahlul’uqdatammillisaani yafqohuu qoulii

4. Doa Nabi Sulaiman As
            Robbiaudzi’nii askuro ni’matakallatii an’amta ‘alla wa’ala walidayya waana’mala soolihan tardzohu wa adkhilni birohmatika fii I’badikassolihin

5. Doa Nabi Nuh As
            Robbifirli waliwalidayya waliman dakhala baitiya muminan waliimu’minina walmuminati walatadzidil dholimina illatabaron

6. Doa Nabi Yunus
            Laa illa anta inni kuntu minal khusyirin      

7. Doa Nabi Ibrahim As
            Robbij’alnii muqiimassolata wamin durroyyatii robbana wataqabbal du’a robbanaa’firlii waliwalidayya walilmu’minina yaqaumul hisab

8.Doa Nabi Muhamman SAW
            Robbanaa atinaafiddunyaa hasanah wa fil akhiroti hasananwaqinaa ‘adaa banner

kucing *gif






Minggu, 23 Desember 2012

Ilmu Antropologi


Tugas Pengantar Ilmu Antropologi





  Oleh
             

Nama    :  Petra Lugas N
Nim        :  D1112012
       




PROGRAM NON REG ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012








SOAL

  1. Apa fungsi kebudayaan bagi manusia ? Berikan contoh konkret dan penjelasan secukupnya !
  2. Apa yang anda ketahui tentang kearifan lokal ? Beri penjelasan dan contoh dalm kehidupan !
  3. Apa beda kebudayaan dan peradaban ? Beri contoh !


JAWAB

1.                  Fungsi Kebudayaan bagi manusia
            Kebudayaan itu dapat diartikan “hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal”. Kebudayaan memilik wujud berupa ide, aktivitas dan artefak, selain itu juga memiliki unsur-unsur yang dalam perkembangannya memiliki peranan atau fungsi bagi manusia dalam kehidupannya. Manusia terbentuk karena adanya kebiasaan yang selalu dilakukan berulang secara bersama bergerombol.
”Menurut Tylor kebudayaan adalah keseluruhan dari suatu keanekaan bersama pernyataan hidup manusia yang bentuknya tidak ditentukan oleh keturunan”(J.Van Baal,1987:8).
”Kebudayaan adalah sebagai bentuk hidup suatu cara yang digunakan untuk menerima lingkungan dan berperilaku di dalam masyarakat”(J.Van Baal,1987:18).
Kebudayaan adalah tindakan manusia yang merupakan kemampuan naluri yang terbawa oleh makhluk manusia dalam gen-nya bersama kelahiran”(Koentjaraningrat, 1981:180)
           
            Contohnya manusia melakukan tindakan yang berulang untuk bertahan hidup misalnya makan, minum, memperbanyak keturunan(sex) dari suatu kebudayaan saat dalam kelompok.
Manusia juga melakukan hubungan timbal balik dengan manusia lain.
”...kebudayaan sebagai alat interaksi manusia. Individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, dan  manusia dengan alam” (J.Van Baal,1987:9).
Misalnya penduduk satu memiliki umbi-umbian dan penduduk lain memiliki daging karena pada posisi yang berlebih maka mereka saling bertukar.
            Kelompok manusia satu dengan kelompok manusia lain memiliki kebudayaan yang berbeda yang menjadi ciri dan karakter dari manusia di suatu daerah tertentu. ”... kebudayaan itu memiliki sifat yang khas dari manusia di tempat tertentu”( (J.Van Baal,1987:9). Contohnya Suku Batak terkenal dengan ucapan yang keras dan apa adanya, sedangkan Suku Jawa dikenal halus, ramah dan sopan, Suku Madura memiliki harga diri tinggi.
            Kebudayaan dapat digunakan sebagai pengatur pola tingkah laku atau prilaku pribadi manusia dalam bermasyarakat. ”....sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan para masyarakat tadi”(Prof. Dr. Koentjaraningrat, 2009:153). Misal pemuda dalam masyarakat nongkrong setiap hari bersama temannya bernyanyi dan bercanda hingga larut malam di depan rumah, sehingga mengganggu warga yang lain. Hal tersebut bisa di berikan sanksi berupa sindiran, cemoohan dan teguran, namun apabila sudah berlebihan bisa dikenakan pidana.
            Manusia bisa saling berkomunikasi satu sama lain tanpa perlu belajar terlebih dahulu.” .... kebudayaan merupakan landasan komunikasi. Bila budaya beranekaragam, maka beraneka ragam pula praktek-praktek komnikasi”(Drs. Deddy Mulyana dan Drs Jalaludin Rakhmat. 1989:20). Misalnya penduduk di satu daerah dapat mengerti perkataan atau apa yang dibicarakan penduduk lain sejak lampau.
            Manusia mampu bertahan hidup di habitat atau tempat tertentu karena memiliki akal untuk melakukan tindakan apa dan harus bagaimana menghadapi habitat atau tempat tertentu tersebut. ”...kebudayaan merupakan sebagai alat untuk menyesuaikan diri”(Prof. Harsojo, 1999:125). ”Adaptasi terhadap lingkungan, menyambung keterbatasan organisme manusia”(Koentjaraningrat, 2009:182). Contoh :
a.       Penduduk Suku Dayak memiliki rumah panggung agar terhindar dari hewan buas.
b.      Penduduk eskimo membuat rumah iglo di habitat yang dinigin (es).
            Sebagian manusia selain hidup dari berburu  juga dengan bercocok tanam untuk kelangsungan hidupnya.
”Kebudayaan adalah mengolah, mengerjakan terutama mengolah tanah atau bertani. Sebagai segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan merubah alam”(Koentjaraningrat, 1981:182).
Contoh Kemampuan Suku Bali dalam mengolah tanah dengan cara persawahan yang membuat bertingkat-tingkat yang dikenal dengan subak. Pada masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Masyarakat ini mengembangkan kearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, dengan mengklasifikasi hutan dan  memanfaatkannya. Perladangan dilakukan dengan rotasi dengan menetapkan masa bera, dan mereka mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramah lingkungan.
            Kebudayaan berfungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat naluri manusia. ”Memenuhi hasrat dan motivasi”(Koentjaraningrat, 2009:182).
”Berbagai unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat manusia berfungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat naluri manusia akan keindahan. Tetapi unsur kebudayaan tidak hanya untuk memuaskan satu hasrat naluri saja, melainkan suatu kombinasi dari lebih satu hasrat”( Koentjaraningrat, 2009:175 ).
            Contoh :
a. Keluarga,dapat di anggap berfungsi guna memenuhi hasrat manusia akan perasaan aman dan mesra, tetapi juga hasrat manusia akan prokreasi, yaitu melanjutkan jenisnya dan mengamankan keturunannya. (Koentjaraningrat, 2009:175).
b. Rumah dapat dianggap berfungsi guna memenuhi hasrat manusia akan perlindungan fisik, tetapi juga hasrat akan gengsi atau keindahan.
            Selain itu semua kebudayaan juga merupakan sebagai pengingat kejadian, peristiwa atau sebagai asal-usul sesuatu. ”...kebudayaan mengingat kejadian yang telah terjadi dan pernah dialami pada masa tertentu sebelumnya”(Drs. Sujarwa, 1999:13). Contoh :
a.       Kapak dan pisau yang terbuat dari batu.
b.      Masjid Demak dibangun pada Kerajaan Demak.
c.       Kota Surabaya (terdapat Tugu Sura dan Baya) dahulu wilayah itu terjadi perkelahian hebat yang berujung mati kedua-duanya(mati sampuh).
            ”...untuk memberikan kedudukan, suatu yang harus menghasilkan lebih banyak karya lagi”(Drs Sujarwa, 1999:13). Contoh kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan dalam suatu masyarakat. Membuat kerajinan (ukiran) membuat lagi karena kepuasan.
            Sebagai wadah segenap perasaan.
”...Kebudayaan berfungsi sebagai wadah atau tempat mengungkapkan perasaan seseorang dalam masyarakat ataupun untuk memuaskan keinginan” (Soerjono Soekanto.2006:216)
            Misalnya kesenian tarian pada masayarakat di daerah tertentu yang mengartikan sesuatu (Tari Bondan Surakarta menceritakan ibu yang sayang dengan putranya)

2.                  Kearifan Lokal
            Kearifan lokal budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut. Nilai-nilai kearifan lokal ini sudah diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kita kepada kita selaku anak-anaknya.
            Kearifan lokal adalah sesuatu yang berkaitan khusus dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu, serta memiliki nilai-nilai tradisi atau ciri lokalitas yang mempunyai daya-guna untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai kemapanan yang juga secara universal yang didamba-damba oleh manusia yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
”Kearifan Lokal adalah identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri” (Ayatrohaedi, 1986:18-19).
“Kearifan lokal berasal dari dua kata yaitu kearifan (wisdom), dan lokal (local). Secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal”( Koentjaraningrat, 1986)
            Contoh :
a.       Desa Nelayan wilayah pesisir pantai utara Jawa. Mereka mempercayai bahwa jika mendapat kerang banyak, akan mendapat ikan yang banyak.
b.      Penebangan pohon yang ada di daerah Marabahan,mereka menebangnya tidak sembarang tebang saja tetapi dipilih pohon galam yang mana yang pantas untuk ditebang dan setelah ditebang pohon galam tersebut tidak dibiarkan lahan tersebut menjadi gundul, namun pohon-pohon tersebut ditanam kembali sehingga pohon-pohon galam tersebut tidak musnah dan alam menjadi rusak.
c.       Aktivitas yang dilakukan orang Baduy dalam membuat logam
d.      Melompat batu yang ada di pulau Nias.
e.       Papua, terdapat kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku). Gunung Erstberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama, tanah dianggap sebagai bagian dari hidup manusia. Dengan demikian maka pemanfaatan sumber daya alam secara hati-hati.
f.        Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celako kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan ini yaitu tata nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam tanjak.
g.       Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, terdapat tradisi tana‘ ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat. Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat.
h.       Masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Masyarakat ini mengembangkan kearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, dengan mengklasifikasi hutan dan  memanfaatkannya. Perladangan dilakukan dengan rotasi dengan menetapkan masa bera, dan mereka mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramah lingkungan.
i.         Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat. Mereka mengenal upacara tradisional, mitos, tabu, sehingga pemanfaatan hutan hati-hati, tidak diperbolehkan eksploitasi kecuali atas ijin sesepuh adat. (Ayatrohaedi, 1986:20).

3.                  Perbedaan kebudayaan dan peradaban ?
Kebudayaan itu dapat berkembang, sedangkan peradaban itu tidak dapat berkembang (mengikuti apa yang telah ada).
”Kata “kebudayaan” berasal dari kata Sansekerta buddhayah, ialah bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Demikian kebudayaan itu dapat diartikan “ hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal .” . Ada pendirian lain mengenai asal dari kata kebudayaan itu, ialah bahwa kata itu adalah suatu perkembangan dari majemuk budi-daya, artinya daya dan budi, kekuatan dari akal. Adapun istilah inggrisnya berasal dari kata Latin colereyang berarti “mengolah, mengerjakan”, terutama mengolah tanah atau bertani . Dari arti ini berkembang arti culture sebagai segala daya dan usaha manusia untuk merubah alam” (Kentjaraningrat, 2009:146).
Contoh :
a. manusia melakukan tindakan yang berulang untuk bertahan hidup misalnya makan, minum, memperbanyak keturunan(sex)
            b. (Rumah):
- Penduduk Suku Dayak memiliki rumah panggung agar terhindar dari hewan buas.
- Penduduk eskimo membuat rumah iglo di habitat yang dinigin (es).
            c. Kerajinan-kerajinan          

Pengertian peradaban
”Adapun istilah peradaban dapat kita sejajarkan dengan kata asing civilization . Istilah itu biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah, seperti : kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan komplex dalam suatu masyarakat dengan struktur yang komplex. Sering juga istilah peradaban dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan komplex”(Kentjaraningrat, 2009:146)
Contoh dari peradaban adalah bangunan-bangunan monumental seperti Borobudur, Piramida, Tembok Besar Cina,

   

Daftar Pustaka

Ayatrohaedi. 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Baal, J Van. 1987. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya. Jilid I. Jakarta: PT Gramedia.
Drs. Deddy Mulyana, M.A. dan Drs Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 1989. Komunikasi Antar Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Drs. Sujarwa. 1999. Manusia dan Fenomena Budaya. Cetakan I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat, 1981. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke-3. Jakarta: Rineka Cipta.
Koentjaraningrat, 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke-6. Jakarta: Aksara Baru.
Koentjaraningrat, 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Prof. Harsojo. 1999. Pengantar Antropologi. Cetakan ke- 8. Jakarta: Putra Abardin.
Soekanto, Soerjono.2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.