Free Catbert Cursors at www.totallyfreecursors.com
ini dunia mayaku: Ilmu Antropologi

SeLaMaT DaTanG

Semoga apa yang anda cari dan butuhkan ada di blog ini... Dan semoga membantu anda. Mohon maaf ketidaknyamanan pengunjung beberapa link tidak ditemukan. Untuk respon cepat bisa hubungi / lihat INFORMASI atau email langsung dan diusahakan tidak mendesak. :) Terimakasih kunjungan anda

DafTar LaBeL

Minggu, 23 Desember 2012

Ilmu Antropologi


Tugas Pengantar Ilmu Antropologi





  Oleh
             

Nama    :  Petra Lugas N
Nim        :  D1112012
       




PROGRAM NON REG ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012








SOAL

  1. Apa fungsi kebudayaan bagi manusia ? Berikan contoh konkret dan penjelasan secukupnya !
  2. Apa yang anda ketahui tentang kearifan lokal ? Beri penjelasan dan contoh dalm kehidupan !
  3. Apa beda kebudayaan dan peradaban ? Beri contoh !


JAWAB

1.                  Fungsi Kebudayaan bagi manusia
            Kebudayaan itu dapat diartikan “hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal”. Kebudayaan memilik wujud berupa ide, aktivitas dan artefak, selain itu juga memiliki unsur-unsur yang dalam perkembangannya memiliki peranan atau fungsi bagi manusia dalam kehidupannya. Manusia terbentuk karena adanya kebiasaan yang selalu dilakukan berulang secara bersama bergerombol.
”Menurut Tylor kebudayaan adalah keseluruhan dari suatu keanekaan bersama pernyataan hidup manusia yang bentuknya tidak ditentukan oleh keturunan”(J.Van Baal,1987:8).
”Kebudayaan adalah sebagai bentuk hidup suatu cara yang digunakan untuk menerima lingkungan dan berperilaku di dalam masyarakat”(J.Van Baal,1987:18).
Kebudayaan adalah tindakan manusia yang merupakan kemampuan naluri yang terbawa oleh makhluk manusia dalam gen-nya bersama kelahiran”(Koentjaraningrat, 1981:180)
           
            Contohnya manusia melakukan tindakan yang berulang untuk bertahan hidup misalnya makan, minum, memperbanyak keturunan(sex) dari suatu kebudayaan saat dalam kelompok.
Manusia juga melakukan hubungan timbal balik dengan manusia lain.
”...kebudayaan sebagai alat interaksi manusia. Individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, dan  manusia dengan alam” (J.Van Baal,1987:9).
Misalnya penduduk satu memiliki umbi-umbian dan penduduk lain memiliki daging karena pada posisi yang berlebih maka mereka saling bertukar.
            Kelompok manusia satu dengan kelompok manusia lain memiliki kebudayaan yang berbeda yang menjadi ciri dan karakter dari manusia di suatu daerah tertentu. ”... kebudayaan itu memiliki sifat yang khas dari manusia di tempat tertentu”( (J.Van Baal,1987:9). Contohnya Suku Batak terkenal dengan ucapan yang keras dan apa adanya, sedangkan Suku Jawa dikenal halus, ramah dan sopan, Suku Madura memiliki harga diri tinggi.
            Kebudayaan dapat digunakan sebagai pengatur pola tingkah laku atau prilaku pribadi manusia dalam bermasyarakat. ”....sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan para masyarakat tadi”(Prof. Dr. Koentjaraningrat, 2009:153). Misal pemuda dalam masyarakat nongkrong setiap hari bersama temannya bernyanyi dan bercanda hingga larut malam di depan rumah, sehingga mengganggu warga yang lain. Hal tersebut bisa di berikan sanksi berupa sindiran, cemoohan dan teguran, namun apabila sudah berlebihan bisa dikenakan pidana.
            Manusia bisa saling berkomunikasi satu sama lain tanpa perlu belajar terlebih dahulu.” .... kebudayaan merupakan landasan komunikasi. Bila budaya beranekaragam, maka beraneka ragam pula praktek-praktek komnikasi”(Drs. Deddy Mulyana dan Drs Jalaludin Rakhmat. 1989:20). Misalnya penduduk di satu daerah dapat mengerti perkataan atau apa yang dibicarakan penduduk lain sejak lampau.
            Manusia mampu bertahan hidup di habitat atau tempat tertentu karena memiliki akal untuk melakukan tindakan apa dan harus bagaimana menghadapi habitat atau tempat tertentu tersebut. ”...kebudayaan merupakan sebagai alat untuk menyesuaikan diri”(Prof. Harsojo, 1999:125). ”Adaptasi terhadap lingkungan, menyambung keterbatasan organisme manusia”(Koentjaraningrat, 2009:182). Contoh :
a.       Penduduk Suku Dayak memiliki rumah panggung agar terhindar dari hewan buas.
b.      Penduduk eskimo membuat rumah iglo di habitat yang dinigin (es).
            Sebagian manusia selain hidup dari berburu  juga dengan bercocok tanam untuk kelangsungan hidupnya.
”Kebudayaan adalah mengolah, mengerjakan terutama mengolah tanah atau bertani. Sebagai segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan merubah alam”(Koentjaraningrat, 1981:182).
Contoh Kemampuan Suku Bali dalam mengolah tanah dengan cara persawahan yang membuat bertingkat-tingkat yang dikenal dengan subak. Pada masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Masyarakat ini mengembangkan kearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, dengan mengklasifikasi hutan dan  memanfaatkannya. Perladangan dilakukan dengan rotasi dengan menetapkan masa bera, dan mereka mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramah lingkungan.
            Kebudayaan berfungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat naluri manusia. ”Memenuhi hasrat dan motivasi”(Koentjaraningrat, 2009:182).
”Berbagai unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat manusia berfungsi untuk memuaskan suatu rangkaian hasrat naluri manusia akan keindahan. Tetapi unsur kebudayaan tidak hanya untuk memuaskan satu hasrat naluri saja, melainkan suatu kombinasi dari lebih satu hasrat”( Koentjaraningrat, 2009:175 ).
            Contoh :
a. Keluarga,dapat di anggap berfungsi guna memenuhi hasrat manusia akan perasaan aman dan mesra, tetapi juga hasrat manusia akan prokreasi, yaitu melanjutkan jenisnya dan mengamankan keturunannya. (Koentjaraningrat, 2009:175).
b. Rumah dapat dianggap berfungsi guna memenuhi hasrat manusia akan perlindungan fisik, tetapi juga hasrat akan gengsi atau keindahan.
            Selain itu semua kebudayaan juga merupakan sebagai pengingat kejadian, peristiwa atau sebagai asal-usul sesuatu. ”...kebudayaan mengingat kejadian yang telah terjadi dan pernah dialami pada masa tertentu sebelumnya”(Drs. Sujarwa, 1999:13). Contoh :
a.       Kapak dan pisau yang terbuat dari batu.
b.      Masjid Demak dibangun pada Kerajaan Demak.
c.       Kota Surabaya (terdapat Tugu Sura dan Baya) dahulu wilayah itu terjadi perkelahian hebat yang berujung mati kedua-duanya(mati sampuh).
            ”...untuk memberikan kedudukan, suatu yang harus menghasilkan lebih banyak karya lagi”(Drs Sujarwa, 1999:13). Contoh kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan dalam suatu masyarakat. Membuat kerajinan (ukiran) membuat lagi karena kepuasan.
            Sebagai wadah segenap perasaan.
”...Kebudayaan berfungsi sebagai wadah atau tempat mengungkapkan perasaan seseorang dalam masyarakat ataupun untuk memuaskan keinginan” (Soerjono Soekanto.2006:216)
            Misalnya kesenian tarian pada masayarakat di daerah tertentu yang mengartikan sesuatu (Tari Bondan Surakarta menceritakan ibu yang sayang dengan putranya)

2.                  Kearifan Lokal
            Kearifan lokal budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti, untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut. Nilai-nilai kearifan lokal ini sudah diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kita kepada kita selaku anak-anaknya.
            Kearifan lokal adalah sesuatu yang berkaitan khusus dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu, serta memiliki nilai-nilai tradisi atau ciri lokalitas yang mempunyai daya-guna untuk mewujudkan harapan atau nilai-nilai kemapanan yang juga secara universal yang didamba-damba oleh manusia yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.
”Kearifan Lokal adalah identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri” (Ayatrohaedi, 1986:18-19).
“Kearifan lokal berasal dari dua kata yaitu kearifan (wisdom), dan lokal (local). Secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal”( Koentjaraningrat, 1986)
            Contoh :
a.       Desa Nelayan wilayah pesisir pantai utara Jawa. Mereka mempercayai bahwa jika mendapat kerang banyak, akan mendapat ikan yang banyak.
b.      Penebangan pohon yang ada di daerah Marabahan,mereka menebangnya tidak sembarang tebang saja tetapi dipilih pohon galam yang mana yang pantas untuk ditebang dan setelah ditebang pohon galam tersebut tidak dibiarkan lahan tersebut menjadi gundul, namun pohon-pohon tersebut ditanam kembali sehingga pohon-pohon galam tersebut tidak musnah dan alam menjadi rusak.
c.       Aktivitas yang dilakukan orang Baduy dalam membuat logam
d.      Melompat batu yang ada di pulau Nias.
e.       Papua, terdapat kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku). Gunung Erstberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama, tanah dianggap sebagai bagian dari hidup manusia. Dengan demikian maka pemanfaatan sumber daya alam secara hati-hati.
f.        Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celako kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan ini yaitu tata nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam tanjak.
g.       Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, terdapat tradisi tana‘ ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat. Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat.
h.       Masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Masyarakat ini mengembangkan kearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, dengan mengklasifikasi hutan dan  memanfaatkannya. Perladangan dilakukan dengan rotasi dengan menetapkan masa bera, dan mereka mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramah lingkungan.
i.         Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat. Mereka mengenal upacara tradisional, mitos, tabu, sehingga pemanfaatan hutan hati-hati, tidak diperbolehkan eksploitasi kecuali atas ijin sesepuh adat. (Ayatrohaedi, 1986:20).

3.                  Perbedaan kebudayaan dan peradaban ?
Kebudayaan itu dapat berkembang, sedangkan peradaban itu tidak dapat berkembang (mengikuti apa yang telah ada).
”Kata “kebudayaan” berasal dari kata Sansekerta buddhayah, ialah bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Demikian kebudayaan itu dapat diartikan “ hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal .” . Ada pendirian lain mengenai asal dari kata kebudayaan itu, ialah bahwa kata itu adalah suatu perkembangan dari majemuk budi-daya, artinya daya dan budi, kekuatan dari akal. Adapun istilah inggrisnya berasal dari kata Latin colereyang berarti “mengolah, mengerjakan”, terutama mengolah tanah atau bertani . Dari arti ini berkembang arti culture sebagai segala daya dan usaha manusia untuk merubah alam” (Kentjaraningrat, 2009:146).
Contoh :
a. manusia melakukan tindakan yang berulang untuk bertahan hidup misalnya makan, minum, memperbanyak keturunan(sex)
            b. (Rumah):
- Penduduk Suku Dayak memiliki rumah panggung agar terhindar dari hewan buas.
- Penduduk eskimo membuat rumah iglo di habitat yang dinigin (es).
            c. Kerajinan-kerajinan          

Pengertian peradaban
”Adapun istilah peradaban dapat kita sejajarkan dengan kata asing civilization . Istilah itu biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah, seperti : kesenian, ilmu pengetahuan, serta sopan-santun dan sistem pergaulan komplex dalam suatu masyarakat dengan struktur yang komplex. Sering juga istilah peradaban dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan komplex”(Kentjaraningrat, 2009:146)
Contoh dari peradaban adalah bangunan-bangunan monumental seperti Borobudur, Piramida, Tembok Besar Cina,

   

Daftar Pustaka

Ayatrohaedi. 1986. Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Baal, J Van. 1987. Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya. Jilid I. Jakarta: PT Gramedia.
Drs. Deddy Mulyana, M.A. dan Drs Jalaludin Rakhmat, M.Sc. 1989. Komunikasi Antar Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Drs. Sujarwa. 1999. Manusia dan Fenomena Budaya. Cetakan I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat, 1981. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke-3. Jakarta: Rineka Cipta.
Koentjaraningrat, 1986. Pengantar Ilmu Antropologi. Cetakan ke-6. Jakarta: Aksara Baru.
Koentjaraningrat, 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Prof. Harsojo. 1999. Pengantar Antropologi. Cetakan ke- 8. Jakarta: Putra Abardin.
Soekanto, Soerjono.2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar